Saturday, May 25, 2019
[titles text=”U2VqYXJhaCUyMEJlcmRpcmklMjBQb25kb2slMjBQZXNhbnRyZW4lMjBBbC1LaG9pcml5YWg=” type=”h1″][margin margin_top=”50px”]

santri1Yayasan Pondok Pesantren Al-Khoiriyah adalah nama resmi PP Al-Khoiriyah saat ini. Pertama didirikan pada tahun 1986, tepat bersamaan ketika masyarakat transmigrasi dari Jawa menginjakkan kaki di daerah penempatan transmigrasi daerah delta kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan, dengan alamat lengkap saat ini adalah Desa Timbul Jaya, Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Merupakan lembaga pendidikan satu-satunya saat itu, di tengah masyarakat yang harus beradaptasi di tengah belantara daerah trans. Tidak mudah untuk bertahan hidup pada saat itu. Namun rintisan lembaga pendidikan al-Khoiriyah yang dirintis pertama kali oleh Kyai A. Zaini memberikan sumbangan luarbiasa bagi masyarakat baru ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, maka lembaga pendidikan rintisan yang mulanya hanya berbentuk lembaga pendidikan informal berupa kelompok pengajian dan bermain, kamudian bertransformasi menuju ke arah pendidikan formal lengkap dari tingkat dasar hingga menengah atas.

 

Menempati lahan lebih kurang 4 hektar, didirikan beberapa gedung ruang kantor dan kelas, dengan siswa/santri lebih kurang 1000 santri saat ini, maka walaupun sederhana, ruang-ruang kelas terus ditambah.

slide2

Bertahan di tengah daerah terisolir, pinggiran bahkan terpencil, ternyata memang bukan hal yang mudah. Tujuan membentuk pribadi beriman, bertaqwa senantiasa dipertegas untuk memantapkan hati agar istiqamah dalam perjuangan ini.

Saat ini Pesantren Al-Khoiriyah, memiliki kurang lebih 40 tenaga pendidikan dan kependidikan, terdiri dari para guru, ustadz, staf administrasi dan sebagainya.

Dukungan masyarakat luas sangat signifikan dalam perkembangan pesantren ini. Website ini hadir sebagai media komunikasi antara pihak pesantren dengan masyarakat luas, termasuk pemerintah dan diharapkan menarik minat para donatur untuk mendonasikan sebagian harta demi keberlangsungan lembaga pendidikan dan nasib anak-anak terpencil ini untuk pada saatnya nanti mereka mampu menghadapi kehidupan dan masa depan yang lebih baik dan cemerlang.