Kisah Badrut Tamam, Anak Transmigran yang Sukses Raih Gelar Doktor

0
293

iNews.id – Namanya Badrut Tamam. Lelaki kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 1979 ini sejak berumur satu tahun sudah dibawa orang tuanya transmigrasi di salah satu desa terpencil di ujung Sumatera.

Sejak Madrasah Ibtidaiyah hingga Aliyah, Tamam hanya bersekolah di sekolah yang didirikan oleh sang ayah, almarhum Kiai Zaeni, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoiriyah. Di pondok pesantren ini lah Tamam mengenyam pendidikan. Jauh dari kata favorit sekolah ini, bahkan sangat memprihatinkan.

Kondisi bangunan yang terbuat dari serpihan papan sengon dengan pilar kayu gelam, serta fasilitas sekolah yang jauh dari memadai, tak mengendurkan semangat Tamam untuk belajar.

Bukan hanya bangunan yang serba pas-pasan. Jumlah murid pun bisa dihitung dengan jari. Bahkan saat kelas tiga Aliyah, hanya tersisa tiga orang.

“Awalnya saat kelas satu Aliyah ada 6 siswa, namun hanya 3 siswa yang bertahan hingga kelas tiga Aliyah, saya sendiri, Muhammad Jazuli, dan Muhammad Farid” tutur Tamam yang masih mengingat dengan jelas nama kedua teman kelasnya itu, Rabu (4/9/2019). “Sehingga waktu ujian kami harus menginduk ke Sekayu” kata dia.

Badrut Tamam dalam sidang terbuka untuk meraih gelar doktor di UIN Raden Fatah Palembang.

Tamam juga menuturkan cerita lucu yang pernah dialaminya saat di bangku sekolah. Karena siswanya hanya tiga orang, saat salah satu dari mereka tidak masuk, maka sang guru mengajak kedua siswa lainya untuk main pingpong atau tenis meja.

Waktu berlalu. Siapa sangka, anak transmigran yang bersekolah di sekolah sederhana dengan murid hanya tiga orang itu kini telah meraih gelar doktor?

Dalam sidang terbuka, Rabu (9/4/2019) hari ini, Tamam berhasil mempertahankan disertasinya dengan hasil yang memuaskan. Tamam sukses menggenggam gelar doktor di UIN Raden Fatah Palembang.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semuanya, perjalanan panjang yang cukup menguras energi ini akhinya sampai juga digaris finish” ucapnya, menghela napas lega.

“Pencapaian ini saya didedikasikan untuk kedua orangtua serta keluarga besar Pesantren Al-Khoiriyah,” tuturnya.

Tamam menempuh gelar doktor di sela-sela kesibukanya sebagai PNS di Kementerian Agama Palembang. Dia sebelumnya menempuh gelar Magsiter di UIN Walisongo Semarang.

Editor : Zen Teguh

LEAVE A REPLY